Monday, November 10, 2014


Jokowi Ingin Naikkan BBM, Ini Harapan Organda


NEFOSNEWS, Jakarta – Organisasi angkutan darat (Organda) akan menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana kenaikan harga BBM subsidi. Apa saja harapan Organda ke Jokowi?

Andriansyah, Sekjen Organda, mengatakan, kenaikan harga BBM tidak bisa diberlakukan untuk angkutan umum. Jika dinaikkan, maka akan berimbas pada anjloknya keinginan masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.
Masyarakat akan beralih ke sepeda motor atau mobil, sebab saat ini dua alat transportasi tersebut bukan lagi barang yang mahal. Jika sudah begitu, maka sulit mengerem konsumsi BBM.
“Sekitar 30-35 persen komponen tarif Organda itu ada di BBM. Kalau BBM naik, akan berdampak signifikan pada kenaikan biaya operasional angkutan umum sekitar 35-40 persen. Kalau tarif naik, daya saing angkutan umum akan turun,” kata Adriansyah, di Jakarta, Kamis (30/10/2014).
Andriansyah berharap, Jokowi tetap memberi subsidi kepada angkutan umum sebab menyangkut kepentingan publik. 
“Kami menolak kenaikan BBM untuk angkutan umum. Kami minta pemerintah mensubsidi BBM untuk angkutan umum.”
Ia menjelaskan, selama ini APBN hanya mengalokasikan 3 persen biaya subsidi BBM untuk angkutan umum darat. “Artinya jika tetap diberikan subsidi ke angkutan umum tidak akan mengganggu APBN,” ucapnya.
Surat penolakan kenaikan harga BBM tidak hanya akan disampaikan ke Presiden Jokowi , namun juga ke beberapa menteri.
"Ini kan lintas sektor, jadi kami akan ajukan ke Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Koordinator bidang Perekonomian. Kami harap Jokowi bisa arif melihat bahwa sektor angkutan umum dibutuhkan oleh masyarakat.” (anila)

No comments:

Post a Comment