Saturday, October 25, 2014

Rencana Pengoperasian BRT Semarang - Bawen :                                                  Konsorsium Harga Mati

UNGARAN, suaramerdeka.com – Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa menegaskan, pihaknya tetap menghendaki adanya konsorsium sebelum Bus Rapid Transit (BRT) Trans Kedungsepur Koridor Stasiun Tawang Semarang – Terminal Bawen dioperasikan. Konsorsium tadi, menurutnya, harus melibatkan pengusaha dan awak angkutan yang notabene bersinggungan langsung dengan rute BRT.
“Intinya konsorsium harga mati. Kalau tidak melibatkan, seluruh awak angkutan akan mogok semua,” tegasnya saat dihubungi, Rabu (22/10).

Terlepas dari itu, Hadi mengaku sejauh ini dia bersama pengusaha angkutan yang tergabung dalam Organda Kabupaten Semarang belum pernah diajak musyawarah.
“Kami menunggu hasil keputusan 28 Oktober 2014 besok, rencananya ada rapat lanjutan di Dishubkominfo Kabupaten Semarang membahas hal ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto menandaskan, rencana pengoperasian BRT Semarang-Bawen secara tidak langsung akan bersinggungan dengan sejumlah trayek, meliputi trayek bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), angkutan kota, dan angkutan desa.

Dari data Dishubkominfo menyebutkan, trayek AKDP Semarang-Ungaran-Bawen-Ambarawa ada 51 unit kendaraan, Semarang-Ungaran-Jimbaran-Bandungan-Sumowono (9 unit kendaraan), Semarang-Ungaran-Bawen-Salatiga (45 unit kendaraan).
Sementara untuk trayek angkutan perdesaaan, diantaranya Ungaran-Bawen-Ambarawa (145 unit kendaraan), Ungaran-Bawen-Salatiga (62 unit kendaraan). Adapun angkutan trayek perkotaan, meliputi Ungaran-Karangjati-Sambeng-Jimbaran (96 unit kendaraan), Ungaran-Karangjati-Wonoyoso (96 unit kendaraan), Ungaran-Ngesrep-Banyumanik (26 unit kendaraan), Ungaran-Gunungpati (20 unit kendaraan), dan Babadan-Jimbaran-Bandungan ada 75 unit kendaraan.
“Kami akan meminta koordinasi dan sosialisasi terus-menerus sebelum BRT benar-benar dioperasikan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, rencana pengoperasian BRT Trans Kedungsepur akan terwujud dalam waktu dekat. Pemprov Jateng melalui Dishubkominfo sedang mempersiapkan koridor satu, Semarang-Bawen. Koridor tersebut, akan dilayani 25 bus yang akan dibeli Pemprov dari APBD Perubahan 2014 senilai Rp 15 miliar. Sedangkan untuk operasional dan perawatan bus selama 2015, Dishub mengajukan lagi anggaran Rp 10,4 miliar pada APBD 2015.

Sebagai pendukung, koridor ini juga membutuhkan 79 buah shelter. Di jalur yang akan dilalui saat ini sudah terdapat 37 unit sehingga masih harus membangun 42 unit lagi. Namun untuk mengoperasikan Trans Kedungsepur ini, Dishub Jateng sedang mengalkulasi dua opsi. Yakni Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Dishub sendiri atau dikelola Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemprov.
“Biaya membangun shelter diperkirakan Rp 4,65 miliar,” kata Kepala Dishubkominfo Provinsi, Urip Sihabudin.

No comments:

Post a Comment