Thursday, November 14, 2013


Di beberapa negara mobil murah berkontribusi bagi pembangunan di desa.
 
Salah satu produk mobil murah. Siti Nuraisyah Dewi, R. Jihad Akbar | Kamis, 14 November 2013, 16:40 WIB VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Rapat Kabinet Paripurna di kantornya, Kamis 14 November 2013, menegaskan mobil murah bukan diperuntukkan untuk kendaraan pribadi, tetapi angkutan pedesaan.

Presiden mengatakan, hal tersebut yang menjadi dasar pemerintah memberikan berbagai macam insentif untuk mobil murah tersebut. "Yang kita harapkan ramah lingkungan apakah listrik atau hibrid," ujarnya.

Presiden menceritakan studi banding yang telah dilakukan pemerintah sebelum  kebijakan mobil murah itu diterapkan, sebenarnya lebih difokuskan bagi angkutan pedesaan. Karena di beberapa negara, adanya mobil murah tersebut terbukti berkontribusi bagi pembangunan di desa.

"Saudara yang mendampingi saya ke India bisa tahu, kami ingin dapatkan perbandingan angkutan pedesaan itu seperti apa, sehingga hemat bahan bakar," tambahnya.

Penegasan ini, menurut Presiden, ditujukan kepada para pimpinan di daerah yang mengeluhkan terkait kebijakan mobil murah ini. Untuk itu, SBY melanjutkan, tidak ada kesimpangsiuran informasi yang selama ini menjadi keluhan pemerintah daerah.

"Ini yang harus dijelaskan, kami persiapkan jawaban ke DPD yang angkat isu, yang hak bertanya kepada mereka," ungkapnya. (art)

© VIVA.co.id

No comments:

Post a Comment