Wednesday, October 16, 2013

Organda Tantang Generasi Muda Ciptakan Angkutan Masal


Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena, dan Mantan Menteri Perhubungan, Jusman Syafi'I Jamal, dalam acara peluncuran buku "Ayo Lawan Kemacetan" di Gramedia Pondok Indah Mall, Minggu (29/9/2013). Buku tersebut juga mengkritisi mengenai konsep mobil murah yang beredar di Indonesia saat ini. | KOMPAS.COM/RATIH WINANTI RAHAYU

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena, menantang generasi muda untuk menciptakan kendaraan-kendaraan yang bisa digunakan untuk mengangkut banyak penumpang.

"Para generasi muda sekarang berlomba-lomba lah untuk menciptakan mobil-mobil yang bukan hanya untuk pribadi, tetapi juga untuk angkutan massal. Kita lawan masalah kemacetan bersama," kata Ketua Umum DPP Organda, Eka Sari Lorena, saat peluncuran buku "Ayo Lawan Kemacetan" di toko buku Gramedia, Mal Pondok Indah, Minggu (29/9/2013).

Namun menurut Eka, inovasi-inovasi tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas. Eka melihat hal-hal kreatif dan inovatif kurang mendapat dukungan di Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya.

"Saya yakin bangsa Indonesia adalah bangsa yang kreatif. Tetapi persoalannya sering kurang mendapat dukungan dalam menciptakan hal-hal kreatif tersebut," ujarnya.

Jakarta dikenal salah satunya karena kemacetannya. Melalui buku "Ayo Lawan Kemacetan", Eka Sari Lorena ingin mengajak masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi kemacetan di Jakarta.

Selain itu, Eka juga mengkritisi pemerintah agar melakukan peremajaan angkutan umum dan infrastruktur pendukungnya, seperti terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan. Mengenai konsep mobil murah ramah lingkungan yang baru saja diluncurkan di Indonesia, Eka menganggap konsep tersebut masih belum sesuai jika diterapkan di Indonesia, khususnya di Jakarta.

No comments:

Post a Comment